Mechatro Store - Jual Motor DC Torsi Besar, Stepper Motor, Motor Servo, Motor Brushless, Solenoid Valve kondisi Baru / Bekas Murah

Prinsip Kerja Motor DC dan Cara Kerjanya

28 July 2018 - Kategori Blog

Sebagian besar orang telah mengenal motor DC sebagai motor listrik yang dialiri dengan sumber arus searah pada sebuah kumparan medan yang dijadikan sebagai energi mekanik. Hal tersebut memiliki kesamaan dengan bagian dari medan motor AC. Nama untuk kumparan medan yang bergerak disebut dengan stator sedangkan kumparan dengan bentuk jangkar disebut rotor. Sebenarnya motor DC memiliki tiga bagian utama yang digunakan untuk berputar yaitu dinamo, kutub medan, dan commutator. Namun ternyata banyak juga yang belum mengetahui prinsip kerja motor DC maupun motor AC itu sendiri.

Keuntungan dari motor DC adalah memiliki kemampuan dalam menjaga pasokan daya yang dilakukan dengan mengendalikan kecepatan. Untuk pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara mengubah tegangan dinamo, ataupun mengubah arus medan yang sebanding dengan kenaikan kecepatan motor. Perlu diketahui bahwa jenis sumber daya motor DC terbagi menjadi sumber daya terpisah dan sumber daya sendiri. Ada dua jenis fasa motor DC yaitu fasa tunggal dan fasa tiga, sekarang ini kebanyakan orang lebih sering menggunakan fasa tiga.

Pada kesempatan ini akan kami bahas soal prinsip kerja motor DC lebih mendalam.

Prinsip Kerja Motor DC

Kunjungi toko motor DC terlengkap dan harga paling terjangkau di https://mechatro.co.id/jual-motor-dc

Prinsip Kerja Motor DC dari Beberapa Cara Kerja Bagian Utamanya

Berikut ini merupakan penjelasan penting mengenai prinsip kerja motor DC dari beberapa cara kerja bagian utamanya. Simak penjelasan berikut ini agar Anda lebih memahami lagi mengenai apa itu motor DC.

  1. Beroperasi Sebagai Motor

Alat ini beroprasi dengan mengubah energi listrik yang di konversikan menjadi energi gerak yaitu berupa putaran. Arus listrik yang digunakan pada motor DC ialah arus listrik dengan arus searah. Terdapat 2 terminal pada motor DC yang memerlukan tegangan arus searah supaya dapat digerakan. Motor DC sering disebut dengan sebutan motor arus searah. Motor DC menggunakan arus direct – undirectional atau disebut arus langsung dan tidak langsung.

  1. Struktur Rotor dan Sator

Rator merupakan suatu bagian dari motor DC, bagian ini terdiri dari kumparan jangkar yang berputar. Kemudian Sator merupakan salah satu bagian dari motor DC yang terdiri dari rangkaian dan juga kumparan medan yang tidak bergerak alias diam. Rator dan sator merupakan suatu bagian yang penting bagi motor DC.

  1. Bagian dari Motor DC

Selain rator dan sator masih terdapat berbagai bagian atau struktur lainnya pada mesin motor DC yaitu, komutator, kumparan jangkar atau armature winding, kutub motor atau poles, sikat arang atau brushes, kumparan medan magnet atau field winding, dan kerangka magnet atau yoke.

  1. EMF terinduksi dan Commutation

Komutator secara umum terbagi menjadi dua mesin yaitu, mesin dengan segment 20 dan mesin dengan segment 50. Komutator hanya berfungsi sebagai coils commutated saja maka dari itu, di suatu waktu tegangan yang muncul dari mesin asli akan menunjukan sedikit fluktatif.

  1. Speed Control dari Motor DC

Untuk mengatur kecepatan pada motor DC dapat dilakukan beberapa metode yaitu, sediakanlah tegangan konstan saat variasi arus pada medan menggenggam armature, pada rangkaian seri masukanlah restinasi dengan sirkuit armature, dan variasi tegangan yang disuplai oleh sirkuit armature ketika menggenggam medan konstan.

  1. Variasi Tegangan Sumber

Pada motor dan motor PM metode ini diaplikasikan secara terpisah. Variasi sumber tegangan sendiri tidak disesuaikan dengan speed control karena arus medan dan fluxnya harus menyesuaikan deng VT. Jika ditambahkan dengan arus medan dan tegangan armature akan berakibat mematikan satu per satu kemudian berujung pada perubahan kecil kecepatan.

  1. Speed Control dengan Variasi Arus medan

Dengan variasi arus medan, kecepatan untuk rangkaian shunt atau terpisah dari motor dapat dikontrol. Sirkuit mesin dari rangkaian shunt akan ditunjukkan kemudian rheostat Radj akan meyediakan arus medan control atau dapat dikatakan PM motor memiliki flux konstan.

  1. Bahaya dari sirkuit medan terbuka

Jika sirkuit medan terbuka kemudian power factor mendekati angka nol, akan menyebabkan kcepatan sistem meningkat secara cepat dan tentu saja akan menyebabkan IA semakin besar pula. Hal ini terjadi bukan hanya ketika sirkuit medan terbuka saja melainkan bila rangkaian shunt terbuka juga akan menimbulkan efek yang demikian.

Apabila kedua hal tersebut di atas terjadi akan menyebabkan armature melayang akibat kecepatan yang terlalu berlebihan. Mesin akan tereduksi dalam beberapa detik saja dan menimbulkan tumpikan scrap yang tidak ada gunanya, tumpukan ini mengandung windings dan akan mengakibatkan commutator terlepas.

  1. Speed Control dengan Menambahkan Resistansi Secara Seri dengan Armature

Fungsi metode ini ialah untuk mengontrol kecepatan motor DC. Selain untuk mengontrol kecepatan motor DC metode ini juga berfungsi untuk menyisipkan resistansi tambahan pada rangkaian seri di sirkuit armature. Pendekatan ini sendiri dapat diaplikasikan dengan semua tipe dari motor DC yaitu, series, shint, dan PM. Untuk merasionalisasi nilai ketika kecepatan mesin meningkat tahap mulai control pada shunt biasanya diletakan resistansi seri sampai dengan arus batas armature.

  1. Generator DC

Generator ini akan mengubah energi kinetik penggerak utama menjadi energi listrik. Kita dapat menggunakan generator atau dapat disebut sumber AC kombinasi dengan rectifier ketika daya DC dibutuhkan. Beberapa generator DC biasanya digunakan untuk bebrapa aplikasi karena ini masih tergolong kedalam pilihan yang cukup baik.

  1. Rangkaian shunt Generator DC

Rangkaian ini akan membutuhkan sumber DC terpisah yang digunakan untuk menyuplai medan windings, hal tersebut  sebenarnya merupakan kerugian dari rangkaian shunt generator DC. Beban arus akan otomatis meningkat menuju pernurunan resistansi armature kemudian regulasi beban untuk generator rangkaian shunt akan lebih besar dibandingkan mesin terpisah akibatnya arus medan jatuh.

  1. Gabungan Generator DC

Generator DC sendiri dapat dirangkai secara seri dan shunt windings. Ketika keduanya terhubung maka kita akan mempunyai mesin gabungan. Beberapa variasi dari sambungan sangat dimungkinkan  dilakukan yaitu antara comulative shunt connection dengan diffential shunt connection, long shunt compound connection, dan short shunt copound connection.

  1. Aplikasi motor DC pada Robot

Pada sebuah rangkaian robot sederhana aplikasi motor DC dapat diterapkan menggunakan parallel port. Supaya dapat dikendalikan, rangkaian motor DC tentunya harus dihubungkan dengan beberapa komponen seperti, relai, resistor, dan juga transistor. Untuk rangkaian robot, dibutuhkan 2 buah motor DC dan 4 buah roda dimana masing-masing motor DC akan dihubungkan dengan roda bagian depan. Hal ini menjadikan roda penggerak berada di roda depan.

  1. Motor DC sebagai aplikasi penyearah Thyristor

Pada penyearah thyristor sendiri terdapat 2 buah atau 2 kelompok penyearah thyristor untuk mengendalikan arah putaran dari motor DC sehingga dapat membalikan arah putaran dari arah kanan ke arah kiri. Dua kelompok penyearah thyristor tersebut disebut dengan penyearah 1 dan penyearah 2.

Nah, itulah penjelasan mengenai prinsip kerja motor DC dari beberapa bagian utamanya sesuai dengan fungsinya masing-masing. Kami harap informasi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan otomotif Anda.

Lain waktu kami akan membahas prinsip kerja motor DC secara lebih spesifik lagi, mudah-mudahan ada kesempatan. Anda juga bisa melihat referensi di https://en.wikipedia.org/wiki/DC_motor

 
Chat via Whatsapp